Spirometri adalah tes yang mengukur seberapa baik paru-paru bekerja dengan mengukur jumlah udara yang dapat dihirup dan dihembuskan, serta seberapa cepat udara dapat dihembuskan.
Kondisi yang Dapat Didiagnosis dengan Spirometri
- Asma: Penyakit peradangan saluran napas kronis
- COPD: Penyakit paru obstruktif kronis (bronkitis kronis, emfisema)
- Fibrosis Paru: Jaringan parut pada paru-paru
- Restriksi Paru: Penurunan kapasitas paru
- Gangguan Pernapasan: Masalah pada saluran napas
Siapa yang Perlu Melakukan Spirometri?
- Penderita asma untuk monitoring
- Perokok aktif atau mantan perokok
- Pekerja yang terpapar debu atau bahan kimia
- Sesak napas atau batuk kronis
- Riwayat penyakit paru dalam keluarga
- Usia di atas 40 tahun dengan faktor risiko
Prosedur Pemeriksaan
- Pasien duduk dengan posisi nyaman
- Klip hidung dipasang untuk menutup lubang hidung
- Pasien mengambil napas dalam-dalam
- Menghirup udara sebanyak mungkin
- Menghembuskan napas sekuat dan secepat mungkin
- Proses diulang 2-3 kali untuk akurasi
Persiapan Sebelum Spirometri
- Hindari merokok 24 jam sebelum pemeriksaan
- Hindari alkohol 4 jam sebelum pemeriksaan
- Hindari makan besar 2 jam sebelum pemeriksaan
- Hindari olahraga berat 30 menit sebelum pemeriksaan
- Konsultasikan dengan dokter tentang obat yang sedang dikonsumsi
Manfaat Spirometri
- Diagnosis dini gangguan fungsi paru
- Monitoring efektivitas pengobatan asma/COPD
- Evaluasi sebelum operasi
- Pemantauan kesehatan paru pekerja industri
Klinik Mustika Sangsaka menyediakan layanan spirometri dengan peralatan modern. Pemeriksaan dilakukan oleh tenaga medis berpengalaman dengan hasil yang akurat.