Mengonsumsi obat tampak sederhana, tetapi setiap obat memiliki mekanisme kerja, dosis, dan efek samping yang berbeda. Banyak orang membeli obat bebas atau suplemen tanpa berkonsultasi karena menganggapnya aman, padahal kondisi fisik setiap orang berbeda. Ada yang memiliki alergi terhadap bahan tertentu, menderita penyakit kronis, atau sedang mengonsumsi obat lain. Obat yang aman bagi orang lain belum tentu aman untuk Anda.
Mengonsumi obat secara sembarangan juga berisiko menyebabkan interaksi antarobat yang tidak diinginkan atau memicu reaksi alergi. Beberapa obat membutuhkan penyesuaian dosis berdasarkan usia, berat badan, fungsi hati dan ginjal, atau kondisi medis lain. Dosis yang terlalu kecil mungkin tidak efektif, sedangkan dosis berlebihan bisa merusak organ dan memperparah penyakit.
Selain itu, setiap obat sering memiliki aturan khusus yang perlu diikuti. Misalnya, ada obat yang harus diminum sesudah makan, ada yang harus ditelan utuh tanpa dihancurkan, dan ada yang tidak boleh dikonsumsi bersama susu atau jus tertentu karena akan mengurangi efektivitasnya. Mengetahui petunjuk ini membantu memaksimalkan manfaat obat dan meminimalkan efek samping.
Suplemen kesehatan pun tidak selalu aman bila dikonsumsi sembarangan. Banyak produk mengklaim manfaat untuk menurunkan berat badan, meningkatkan stamina, atau menambah gairah, tetapi kandungannya belum tentu sesuai bagi semua orang. Jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu, penggunaan suplemen mungkin justru memperberat kerja jantung atau organ lain.
Konsultasi dengan dokter atau apoteker memastikan obat dan suplemen yang Anda konsumsi benar‑benar diperlukan dan sesuai dosis, serta membantu memantau interaksi dengan obat lain. Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan fisik atau tes laboratorium terlebih dahulu bila diperlukan, sehingga terapi lebih terarah dan aman. Mengutamakan konsultasi adalah langkah penting untuk mencegah komplikasi di kemudian hari.