Ultrasonografi (USG) adalah metode pencitraan yang memanfaatkan gelombang suara frekuensi tinggi untuk melihat organ dalam tubuh. Pada kehamilan, USG digunakan untuk memastikan janin berada di dalam rahim, menghitung jumlah janin, dan mendeteksi kelainan bawaan sejak trimester pertama. Pemeriksaan ini juga memantau pertumbuhan janin, ukuran kepala, dan posisi plasenta pada trimester berikutnya.
Namun, manfaat USG tidak terbatas pada bidang obstetri. Dalam dunia kedokteran, USG merupakan alat diagnostik serbaguna. Melalui USG perut, dokter dapat melihat kondisi hati, ginjal, kantong empedu, pankreas, dan saluran pencernaan untuk menilai adanya peradangan, kista atau tumor. USG transvaginal digunakan untuk mengevaluasi rahim, tuba falopi, dan ovarium, misalnya untuk mendiagnosis kista atau miom.
USG juga memiliki peran penting dalam memeriksa sistem kardiovaskular. Ekokardiografi memungkinkan dokter menilai struktur dan fungsi jantung, sementara USG doppler digunakan untuk memeriksa aliran darah guna mendeteksi penyempitan atau sumbatan pada pembuluh. Selain itu, USG payudara membantu mendeteksi kista atau tumor kecil yang tidak teraba, dan USG prostat bermanfaat untuk menilai pembesaran atau kelainan prostat.
Pemeriksaan ini dapat diperluas ke organ lain seperti tiroid, di mana USG membantu mengidentifikasi pembesaran kelenjar atau nodul. Pada sistem kemih, USG membantu melihat ginjal dan kandung kemih untuk mengetahui adanya batu atau pembesaran dinding. Bahkan paru-paru pun dapat dievaluasi melalui USG untuk mendeteksi cairan (efusi pleura) atau peradangan.
Keuntungan utama USG adalah sifatnya yang aman karena tidak memakai radiasi ionisasi. Pemeriksaan ini relatif cepat, tidak menyakitkan, dan dapat dilakukan berulang kali. Dengan demikian, USG menjadi pilihan pertama dalam banyak situasi medis, baik untuk pemantauan kehamilan maupun diagnosis berbagai penyakit organ dalam