Super Admin Klinik Artikel Kesehatan 18 Oct 2025, 22:41
Audiometri: Pemeriksaan Pendengaran untuk Kesehatan Telinga

Audiometri adalah tes untuk mengukur kemampuan pendengaran seseorang. Pemeriksaan ini dilakukan dengan memutar suara atau nada pada berbagai frekuensi dan intensitas melalui headphone di ruang kedap suara. Tujuannya untuk menentukan ambang pendengaran dan membedakan apakah gangguan disebabkan oleh kerusakan saraf (sensorineural) atau masalah di telinga tengah/gendang (konduktif).

Individu yang disarankan menjalani audiometri antara lain mereka yang merasa pendengarannya menurun, mengalami dengungan (tinnitus), telinga terasa penuh, atau memiliki riwayat trauma kepala. Tes ini juga penting bagi lansia, pekerja dengan paparan kebisingan tinggi, atau pasien yang menggunakan obat ototoksik. Tingkat gangguan pendengaran diklasifikasikan berdasarkan desibel: tuli ringan (26–40 dB), sedang (41–60 dB), berat (61–90 dB), dan sangat berat (lebih dari 90 dB).

Saat pemeriksaan, pasien akan mendengarkan bunyi bip pada frekuensi mulai dari 50 Hz hingga lebih dari 10 kHz dan intensitas dari 20 dB hingga di atas 120 dB. Pasien diminta memberi respons setiap kali mendengar suara, misalnya dengan mengangkat tangan atau menekan tombol. Data ini kemudian diubah menjadi audiogram—grafik yang menunjukkan ambang pendengaran setiap frekuensi.

Untuk melengkapi gambaran, ahli audiologi dapat melakukan timpanometri. Tes ini memeriksa gerakan gendang telinga dan tulang pendengaran, serta mendeteksi adanya cairan di telinga tengah atau perforasi membran timpani. Refleks akustik juga bisa diukur untuk menilai fungsi saraf pendengaran. Jika hasil audiometri menunjukkan gangguan, dokter mungkin merekomendasikan pemeriksaan lanjutan seperti otoacoustic emission (OAE) atau MRI untuk mengetahui penyebabnya.

Dengan deteksi dini melalui audiometri, gangguan pendengaran dapat ditangani lebih cepat, misalnya dengan alat bantu dengar, terapi obat, atau tindakan medis lainnya. Menjaga kesehatan telinga berarti menjaga kualitas hidup, karena pendengaran berperan penting dalam komunikasi dan keselamatan.

Tags:
Tidak ada tag